Desa Lubuk Sirih Ulu
Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan
Penyuluhan Pengolahan Makanan Tambahan Skala Lokal Desa

Penyuluhan Pengolahan Makanan Tambahan Skala Lokal Desa Digelar di Lubuk Sirih Ulu, 32 peserta Ikuti LUBUK SIRIH ULU, MANNA —
Dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan kemandirian pangan tingkat desa, Pemerintah Desa Lubuk Sirih Ulu Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar kegiatan Penyuluhan Pengolahan Makanan Tambahan Skala Lokal Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 bertempat di Balai Desa Lubuk Sirih Ulu dan dihadiri 32 orang peserta yang terdiri dari kader posyandu, PKK, ibu hamil, ibu balita, kader posbindu, Kader KPM serta tokoh masyarakat setempat.Narasumber Lintas Sektor Turun Langsung Penyuluhan menghadirkan 4 orang narasumber dari berbagai instansi, yaitu: Yulizar Erwis dari Kantor Camat MannaJulani dari BKKBN Kabupaten Bengkulu Selatan Nursabela dari Puskesmas MannaApriliani dari Puskesmas MannaKehadiran narasumber lintas sektor ini bertujuan agar penyuluhan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga aspek pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan sumber daya lokal.Materi: Olahan Lokal, Gizi Optimal, Biaya HematDalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat di sekitar desa untuk diolah menjadi Makanan Tambahan atau PMT. Yulizar Erwis membuka kegiatan dan mengapresiasi inisiatif desa. Ia mendorong warga agar tidak tergantung pada bantuan, melainkan mulai mengolah potensi desa seperti ubi, pisang, ikan, dan sayuran menjadi menu bergizi.Julani dari BKKBN menyampaikan materi tentang pola asuh dan pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Sementara Nursabela dan Apriliani dari Puskesmas Manna mempraktikkan langsung cara membuat PMT berbahan dasar lokal seperti biskuit labu kuning, puding kacang hijau, dan nugget ikan. Mereka juga menjelaskan cara menghitung kebutuhan gizi, kebersihan dalam pengolahan, serta penyimpanan makanan agar tetap aman dikonsumsi.Peserta terlihat sangat antusias saat sesi praktik. Ibu-ibu langsung mencoba membuat adonan dan bertanya tentang takaran, harga, hingga cara pengemasan agar bisa dijual.Harapan ke DepanKepala Desa Lubuk Sirih Ulu dalam sambutannya berharap, setelah penyuluhan ini kader dan PKK dapat rutin memproduksi PMT skala rumah tangga untuk mendukung program posyandu dan pencegahan stunting di desa."Dengan bahan dari kebun sendiri, kita bisa menekan biaya tapi gizinya tetap terjaga. Ini langkah kita menuju desa mandiri gizi," ujarnya.Kegiatan ditutup dengan pembagian resep dan bahan PMT kepada peserta, serta komitmen bersama untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing.Penyuluhan Pengolahan Makanan Tambahan Skala Lokal Desa Digelar di Lubuk Sirih Ulu, 32 Warga Antusias IkutiLUBUK SIRIH ULU, MANNA — Dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan kemandirian pangan tingkat desa, Pemerintah Desa Lubuk Sirih Ulu Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar kegiatan Penyuluhan Pengolahan Makanan Tambahan Skala Lokal Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026 bertempat di Balai Desa Lubuk Sirih Ulu dan dihadiri 32 orang peserta yang terdiri dari kader posyandu, PKK, ibu hamil, ibu balita, serta tokoh masyarakat setempat.Narasumber Lintas Sektor Turun LangsungPenyuluhan menghadirkan 4 orang narasumber dari berbagai instansi, yaitu: Yulizar Erwis dari Kantor Camat MannaJulani dari BKKBN Kabupaten Bengkulu Selatan Nursabela dari Puskesmas MannaApriliani dari Puskesmas MannaKehadiran narasumber lintas sektor ini bertujuan agar penyuluhan tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga aspek pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan sumber daya lokal.Materi: Olahan Lokal, Gizi Optimal, Biaya HematDalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah didapat di sekitar desa untuk diolah menjadi Makanan Tambahan atau PMT. Yulizar Erwis membuka kegiatan dan mengapresiasi inisiatif desa. Ia mendorong warga agar tidak tergantung pada bantuan, melainkan mulai mengolah potensi desa seperti ubi, pisang, ikan, dan sayuran menjadi menu bergizi.Julani dari BKKBN menyampaikan materi tentang pola asuh dan pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Sementara Nursabela dan Apriliani dari Puskesmas Manna mempraktikkan langsung cara membuat PMT berbahan dasar lokal seperti biskuit labu kuning, puding kacang hijau, dan nugget ikan. Mereka juga menjelaskan cara menghitung kebutuhan gizi, kebersihan dalam pengolahan, serta penyimpanan makanan agar tetap aman dikonsumsi.Peserta terlihat sangat antusias saat sesi praktik. Ibu-ibu langsung mencoba membuat adonan dan bertanya tentang takaran, harga, hingga cara pengemasan agar bisa dijual.Harapan ke DepanKepala Desa Lubuk Sirih Ulu dalam sambutannya berharap, setelah penyuluhan ini kader dan PKK dapat rutin memproduksi PMT skala rumah tangga untuk mendukung program posyandu dan pencegahan stunting di desa."Dengan bahan dari kebun sendiri, kita bisa menekan biaya tapi gizinya tetap terjaga. Ini langkah kita menuju desa mandiri gizi," ujarnya.Kegiatan ditutup dengan pembagian resep dan bahan PMT kepada peserta, serta komitmen bersama untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing.


